GALERI LIMA

WOMAN ON BICYCLE: MIETHA

 

Pantai Trisik adalah salahsatu pantai indah yang dimiliki Kabupaten Bantul selain pantai-pantai lain yang lebih terkenal yakni Parangtritis, Parangkusumo dan Depok. Pantai ini terletak berdekatan dengan Pantai Pandansimo dan Pantai Congot. Satu keunikan dari pantai ini adalah keberadaan segara anakan kecil yang kemudian membentuk  danau buatan yang indah alami di area pantai. Pantai ini dikelilingi areal pertanian yang cukup subur berkat irigasi yang cukup baik di sepanjang jalan menuju pantai ini. Di areal persawahan tersebut juga banyak dijumpai kawanan burung liar yang cukup indah dipandang saat berterbangan kesana-kemari. Meskipun miskin fasilitas wisata, namun pantai ini tetap menarik untuk dikunjungi karena tidak terlalu padat pengunjung. Suasana yang sepi tenang namun tetap aman karena sangat dekat dengan area pemukiman penduduk setempat.

 

 

Pantai Trisik dipilih sebagai lokasi photostation Woman on Bicycle yang menampilkan debutan model amatir Mietha. Photostation ini adalah bagian dari kampanye kembali bersepeda demi masa depan bumi yang lebih baik terkait dengan fenomena global warming. Mietha pada sore hari itu dipotret dengan mengendarai sepeda onthel khas Amrik yakni Schwinn SS Female Cruiser yang memang didesain sebagai sepeda pantai. Meskipun dalam kesehariannya jarang mengendarai sepeda, namun Mietha terlihat cepat akrab dengan sepeda tersebut. Sepeda Schwinn Cruiser meski merupakan produksi baru namun tetap terlihat klasik dengan desain yang sudah bertahan puluhan tahun.

 

 

Cuaca yang mendung berawan pada hari itu memang cukup menyulitkan proses pemotretan, karena sinar matahari sore menjadi sangat terbatas. Langit yang dominant berwarna keabu-abuan sesuai warna awan mendung menciptakan kontras warna yang perlu disiasati sedemikian rupa agar tidak tampak membosankan. Terima kasih pada kombinasi kamera Nikon D80 dan lensa Nikon DX 18-135 mm / 3.5-5.6 G ED yang ternyata cukup handal untuk menaklukkan situasi tersebut. Angin pantai yang cukup kencang juga menjadi tantangan unik bagi tim pemotret untuk mencuri-curi kesempatan sudut terbaik sebelum sang angin membuyarkan kembali rambut sang model.

 

 


Copy Right (c) 2007 Sahid Nugroho