KLANGENAN SERI 8 - Sahid (1/1/2010)


KLAKSON SEPEDA AMRIK

Inggris punya Bel Lucas yang anggun mempesona, Perancis melahirkan Bel Campanelclax (bel kodok) yang sangat populer di Indonesia, Jerman memproduksi bel laba-laba dan kaki tiga yang lumayan menarik. Bagaimana dengan Amerika Serikat (Amrik)? Negara yang memiliki platform desain sepeda yang jauh berbeda dengan sepeda Eropa, ternyata juga memiliki budaya berbeda dalam hal "sinyal peringatan" sepeda. Orang negeri Paman Sam lebih menyukai desain klakson dibanding bel sepeda pada umumnya. Ada berbagai merek dan desain klakson sepeda yang berkembang untuk pasaran sepeda Amrik. 


Sebagaimana terlihat pada gambar, EA Labs pabrikan klakson sepeda tersohor memiliki 2 desain klakson yang cukup popular yakni tipe Roadbluster atau klakson bertenaga angin (paling kiri) dan tipe klakson bertenaga mekanik (nomer 2 dari kiri). Kemudian Seiss pabrikan klakson yang lainnya menggunakan desain berbeda (nomer 2 dari kanan). Dan terakhir, Rollfast (paling kanan) sebuah pabrikan sepeda juga meluncurkan klakson yang mirip klakson EA Labs Ahooga namun dengan mekanik yang lebih sederhana. Desain keempat ini relatif generik, karena diproduksi oleh banyak pabrikan. Selain keempat klakson manual ini, di pasaran Amrik juga banyak beredar klakson elektrik bertenaga baterei yang biasanya dipasang pada tanki sepeda cruiser. 


Bagaimana dengan tipe suara yang dihasilkan. Klakson EA Roadblusters yang berbentuk mirip terompet ini, memang membunyikan suara mirip terompet seperti tot...tot...tot. Selanjutnya, klakson EA Labs Ahooga mampu menghasilkan suara “ahooga” yang cukup memekakkan telinga. Klakson EA Labs yang kedua ini juga menjadi best seller di negaranya. Lalu, Klakson Seiss yang cenderung berdesain feminim ini mengeluarkan suara mirip gonggongan anak anjing: clethek..clethek... Dan terakhir, klakson Rollfast menyuarakan nada mirip bel kodok Campanelclax yakni krok-krok...krok-krok... Memang sangat unik.


Studi perbandingan yang cukup menarik bilamana kita coba mengkaji perbedaan orang Eropa dan orang Amerika dalam cara pandang mereka mengenai "sinyal peringatan" pada sepeda harus didesain. Kita bisa melihat suara klakson sepeda Amrik lebih agresif dibanding nada bel sepeda Eropa. Apakah hal ini terjadi karena situasi lingkungan kemasyarakatan di Amrik yang lebih keras, sehingga perlu nada peringatan jalan yang lebih kuat. Situasi Eropa yang adem ayem memang cukup memerlukan dering bel yang manis dan nyaman di telinga.


Bagaimana dengan Indonesia? Ha..ha..ha..langsung saya bisa memberi rekomendasi bahwa sebaiknya menggunakan klakson dibanding bel dengan mempertimbangkan praktek hukum rimba yang sering terjadi di jalanan Indonesia. Tentu saja dalam hal ini klakson EA Labs Ahooga nomer 2 dari kiri yang paling cocok, karena suaranya cukup keras dan unik. Ahooga…!!!


Copy Right (c) 2007 Sahid Nugroho