KLANGENAN SERI 5 - Sahid (24/6/09)


FONGERS DAMESFIETS DZ60 TAHUN 1922

Dalam rangka memberikan apresiasi pada sepeda Fongers, dalam kesempatan Test Ride kali ini, saya ingin menampilkan sosok sepeda Fongers DZ 60 produksi tahun 1922. Seri DZ menurut situs www.oudefiets.nl pada era produksi tahun 1920-an adalah kategori sortir ke tiga, setelah seri BB/BD (kategori sortir A) dan seri CCG/BDG (kategori sortir B).

Penampakan dari samping, terlihat sangat klasik. Secara umum sepeda ini memiliki bobot cukup ringan sekitar 18 Kg, dibandingkan dengan sepeda dames sejenis yang beratnya sekitar 20 Kg. Jarak antara setang dan tempat duduk sangat rapat, sehingga relatif menyulitkan bilamana sepeda ini dikendarai oleh seorang pria tinggi besar.

Kontruksi rem depan dengan spatbod model separuh. Dengan desain bagian depan seperti itu, mungkin pilihan lampu dinamo menjadi kurang pas, karena selain merusak pemandangan indah, juga dinamo sulit dipasang di porok depan karena bersaing tempat dengan sistem rem depan.

Tulisan Fongers pada setang depan masih jelas terlihat rapi. Kemudian pangkal tuas rem depan dengan desain 3 baut khas Fongers.

Kontruksi setang klasik yang khas Fongers untuk model tahun awal, yakni model baut yang juga dilengkapi dengan klem pengunci setang agar tidak bergerak, misalnya si pengendara sepeda ingin akrobatik lepas tangan he..he..he..

As depan dan belakang memiliki jumlah lubang berbededa. As depan memiliki lubang 36, kemudian as belakang memiliki lubang 40 dengan sistem pengunci roda model putar yang klasik. Kombinasi lubang as yang barangkali juga tidak umum untuk sepeda onthel ukuran ban 28 inchi. Biasanya jumlah total lubang adalah 72 dengan kombinasi 32/40 atau 36/36, tetapi sepeda ini memiliki jumlah lubang 76 dengan kombinasi 36/40.

Spatbord dengan jasbeschermer model kornetten melindungi agar rok panjang noni-noni pengendara sepeda ini tidak masuk ke ruji ban. Kornetten didesain dengan pengikat sistem per, dimana satu per akan mengikat 4 titik tali sekaligus. Dan hebatnya, pada porok belakang juga sudah didesain klem khusus sebagai poros tempat kaitan per kornetten. Desain yang luar biasa indah.

Kontruksi rem belakang model teleskop. Luar biasa rancangan sistem rem yang terlihat rumit tapi sangat efisien ini. Posisi tuas rem juga unik, karena menempel pada frame sebelah kanan. Sehingga bila dilihat sekilas dari sisi kiri, seakan-akan tidak ada tuas sama sekali.

Sistem as tengah menggunakan sistem bearing. Kayuhan sepeda ini ternyata terasa sangat ringan dan nyaman.

Nomer rangka terlihat dengan jelas yakni 2237-81 yang bisa diartikan sebagai sepeda yang diproduksi tahun 1922, varian model 37, nomer produksi ke 81. Kodifikasi yang sederhana, tetapi jelas dan cukup komprehensif, karena memberikan informasi langsung mengenai tahun produksi, varian model dan nomer urut produksi. Luar biasa...!

Sadel Fongers yang aslinya disebut sebagai “gezondheidszadel” yang diproduksi oleh pabrik Hygia (Koopmans, 2007). Meskipun sadel tipe ini sesungguhnya tidak begitu nyaman ditungganggi, tetapi dari sisi desain tergolong sangat masterpiece. Sadel ini sampai hari ini masih diproduksi dibawah merek Lepper Hygia.

Setelah mencoba dan mencermati sepeda Fongers DZ60 tahun 1922 ini, persepsi saya selama ini menjadi berubah. Saya dulu selalu beranggapan sepeda Fongers itu berat kayuhannya dan melelahkan, ternyata mitos itu tidak terbukti pada kinerja sepeda ini. Sungguh sepeda ini nyaman dikendarai terutama oleh wanita yang memiliki ukuran fisik sesuai dengan desain ergonomi sepeda ini (liputan Sahid Nugroho).

 


Copy Right (c) 2007 Sahid Nugroho