KLANGENAN SERI 4


JAM SEPEDA (Sahid, 30/12/10)

Informasi waktu adalah penting bagi setiap orang dimanapun dia berada. Demikian pula bagi pengendara sepeda yang sedang melaju di jalanan. Untuk kebutuhan seperti inilah, aksesori jam sepeda dibuat. Namun, aksesori sepeda yang benar-benar langka ini sesungguhnya tidak terlalu umum. Jarang sekali jam sepeda digunakan oleh para pesepeda. Barangkali jam tangan dianggap masih lebih fleksibel dan efektif untuk menunjukkan waktu dibanding jam sepeda. Hal lainnya adalah kemungkinan resiko dicuri cukup tinggi, karena jam sepeda akan selalu menempel di sepeda.

 

Gambar 1
Gambar 2

 

Artefak jam sepeda yang bisa ditemui kebetulan tidak memiliki nama merek tertentu sebagaimana terlihat pada Gambar 1 sampai dengan Gambar 3. Namun demikian, bila melihat desain jam sepeda bersangkutan, diperkirakan aksesori tersebut adalah buatan Jerman. Dari desain pemutar jam, bisa diperkirakan bahwa jam ini diproduksi sekitar tahun 1950-1960-an.

Jam sepeda dirancang untuk menempel pada setang (Gambar 4) agar mudah dilihat oleh si pengendara sepeda.Jam sepeda tersebut memiliki masa hidup 24 jam untuk sekali pemutaran secara penuh. Dalam kesempatan uji coba, jam sepeda bersangkutan terbukti memiliki daya tahan terhadap goncangan sepeda. Jam tetap hidup meskipun sepeda menempuh jalanan yang tidak rata.

 

Gambar 3
Gambar 4

 

Desain jam sepeda terlihat bermacam-macam. Pada Gambar 5 dan Gambar 6 adalah jam sepeda dari jaman yang lebih kuno. Hal ini terlihat dari desain pemutar jam yang masih menggunakan sistem putaran tunggal sebagaimana lazimnya pada jam-jam bandul atau saku yang sangat populer di tahun-tahun sebelum 1950-an. Desain klem juga relatif berbeda dengan jam yang dibahas sebelumnya.

 

Gambar 5
Gambar 6

 

Di Indonesia, populasi jam sepeda juga sangat terbatas sebagaimana di negeri-negeri asal sepeda di Eropa. Dengan demikian jam sepeda bisa menjadi target perburuan yang menarik, karena faktor kelangkaan dan juga faktor keindahan bilamana ditempelkan pada sebuah sepeda onthel. Selamat berburu...

 


Copy Right (c) 2010 Sahid Nugroho