KLANGENAN SERI 24


Test Ride Phoenix Mutaped (sahid nugroho, 25/7/12)

 

Phoenicx Mutaped adalah satu dari sekian sepeda favorit yang sampai kini masih menjadi buruan pecinta sepeda di Belanda. Nama Mutaped sesungguhnya berasal dari adalah nama mesin pemindah persneling hasil rekayasa teknologi Swiss yang didesain menyatu dengan trapas (Gambar 2). Nama mesin trapas kecepatan selengkapnya adalah Mutaped Phoebus dan mulai diadopsi oleh Pabrikan Phoenix sejak tahun 1930-an. bentuk trapas yang seperti angka delapan menunjukkan posisi lingkaran depan untuk trapas sepeda dan posisi lingkaran belakang untuk gir kecepatan.

Jadi inilah inti dari nilai keunikan sepeda ini. Bilamana dibandingkan dengan desain persneling dari sepeda Sunbeam Inggris yang juga diposisikan menyatu dengan crankstel, Phoenix Mutaped lebih sederhana karena tidak memerlukan tuas kawat pengendali sebagaimana terjadi pada teknologi sepeda Sunbeam. Pengendara sepeda Phoenix Mutaped cukup mengayuh pedal ke belakang sebanyak 2 putaran, maka secara otomatis akan memindahkan gir kecepatan ke tingkat 1, 2 dan 3 secara berurutan.Sederhana namun praktis dan efektif, sehingga pengendara bisa tetap berkonsentrasi pada situasi jalan.

Gambar 1

Namun jangan salah sangka. Kelebihan sepeda produksi pabrikan Phoenix Leuwarden di kota tetangga Groningen tersebut, tidak hanya pada sistem trapas persneling. Desain rangka sepeda dan setang yang sedemikian rupa mampu menciptakan kenyamanan maksimal bagi si pengendara. Sepeda ini sangat terasa ringan untuk dikendarai dan juga tetap terasa ringan meskipun dalam kondisi berboncengan. Desain setang juga sangat memudahkan pengendalian sepeda. Dalam beberapa kesempatan berbelok tajam dengan kecepatan tinggi, saya merasakan kualitas kendali kemudi yang jauh lebih baik dibandingkan sepeda-sepeda bermerk lainnya. Demikian juga saat menyusuri jalan bergelombang maupun berlubang, desain kemudi tersebut memungkinkan manuver yang lincah namun tetap stabil. Saya kemudian menjadi semakin paham, bahwa banyak fitur istimewa yang menyebabkan popularitas sepeda ini di kalangan para kolektor sepeda Belanda. Di Indonesia, sepeda Phoenix sejatinya tidak populer. Apalagi merek Phoenix kemudian lebih dikenal sebagai merek sepeda dari daratan China dengan desain replika sepeda model Inggris.

Gambar 2

 

Sepeda Phoenix Mutaped menggunakan sistem ban 28 inchi dengan jumlah ruji 36 baik pada roda depan maupun roda belakang. Formasi standar bagi kebanyakan sepeda produksi Belanda. Tromol orisinil buatan Inggris dengan desain sama persis tromol yang biasa digunakan sepeda merek Batavus. Demikian juga lampu setopan orisinil yang menggunakan model keong yakni sama dengan setopan sepeda Batavus. Kemudian ciri-ciri yang membedakan identitas sepeda Phoenix bisa dikenali dari bentuk spatbord dengan lekukan persegi memanjang di bagian tengah, bentuk setang dan komstir yang cantik.

Gambar 4

Populasi sepeda Phoenix di Indonesia relatif terbatas sebagaimana merek-merek sepeda asal Belanda lainnya yang sesungguhnya cukup berkualitas namun tidak populer yakni PON, Juncker, Locomotief, Union, Empo, Veeno, dan Burco. Beberapa temuan artefak sepeda Phoenix di Indonesia kebanyakan berasal dari tahun-tahun sebelum 1940 dan itupun jumlahnya sangat terbatas. Keunggulan teknis sepeda Phoenix yang sedemikian rupa tampaknya pada masa-masa silam belum mampu menembus dominasi 5 merek besar sepeda Belanda yakni Fongers, Gazelle, Simplex, Burgers dan Batavus. Koleksi sepeda Phoenix Mutaped akan menjadi varian sepeda yang unik, langka, dan patut untuk dikagumi.

 

Gambar 3

 

 


Copy Right (c) 2011 Sahid Nugroho