KLANGENAN SERI 16 - Sahid (12/9/10)


AKSESORI FONGERS UNIK & LANGKA

 

Bagi orang yang memahami benar kultur sepeda di Belanda, barangkali akan seia sekata bilamana disimpulkan bahwa sepeda terbaik buatan Belanda bukanlah Gazelle atau Simplex, tetapi justru Fongers. Kondisi yang berkebalikan bilamana dibandingkan dengan Indonesia yang sangat mendewakan merek Gazelle, disusul Simplex dan baru kemudian Fongers. Sepeda merek Fongers bahkan memiliki sebutan lebih terhormat sebagaimana merek tertua lainnya Burgers yakni rijwiel bukan sekedar nama generik fiets. Dalam kesempatan seri klangenan kali ini, akan dibahas aksesori sepeda Fongers yang super langka baik di negeri asalnya maupun di Indonesia sebagai negara importir Fongers terbesar pada masa kolonial silam.

 

Gambar 1
Gambar 2

 

Diskusi pertama adalah membahas pompa orisinil Fongers yang belum pernah saya jumpai di negeri ini. Pompa yang berusia sekitar 70 tahun ini ternyata memiliki desain cukup cantik. Sebagaimana terlihat pada Gambar 1, seluruh tubuh pompa yang berbahan kuningan ini dibungkus bahan cellulloid, semacam bahan plastik yang keras dan kuat, dengan logo merek FG (Fongers Groningen) diposisikan pada tutup pompa. Pada bagian tutup pompa tersebut, juga disediakan pipa karet untuk proses pemompaan. Pompa FG orisinil ini memiliki panjang sekitar 48 cm. Ukuran panjang tersebut jarang dimiliki oleh merek-merek pompa independen yang kebanyakan hanya berpanjang 30-40 cm. Sehingga para pemilik sepeda Fongers selama ini sulit mencari subtitusi pompa yang sesuai. Memiliki pompa seperti ini barangkali sebuah keajaiban dan tentu menjadi karunia koleksi yang luar biasa.

 

Gambar 3
Gambar 4

 

Diskusi kedua adalah mengenai ban orisinil Fongers. Seperti terlihat pada Gambar 3 dan 4, karakter unik ban ini terletak pada tapak ban yang berbentuk tali kelabang. Desain yang cukup unik dan jarang ditemukan pada ban-ban orisinil merek sepeda lain. Pada sisi-sisi ban tertulis merek Albert Fongers. Ban ini juga tergolong super langka dan barangkali sudah sulit ditemukan dalam kondisi utuh dan basah karena faktor usia ban yang mencapai 70-80 tahun lebih. Ban tipe ini banyak dijumpai pada sepeda Fongers sebelum tahun 1930. Ban orisinil Fongers ini juga belum pernah dijumpai penulis di negeri ini, sehingga menjadi sebuah kebanggaan bilamana mampu mengkoleksinya.

 

Gambar 5
Gambar 6

 

Sebagai temuan ketiga sesuai penampakan Gambar 5 dan 6, Fongers ternyata pernah memproduksi aksesori unik yakni tas kulit yang dirancang untuk dipasang pada setang. Dilihat dari ukuran dan bentuk, tas ini terlihat lebih berfungsi sebagai tas dokumen atau beban yang ringan agar tidak mengganggu kendali setang sepeda. Tas ini juga lebih diperuntukkan pada sepeda tipe dames sehingga badan tas dapat jatuh ke bawah tanpa halangan dari rangka sepeda, yakni sebagaimana akan terjadi bilamana dipasang pada sepeda tipe heren.

 

Gambar 7
Gambar 8

 

Aksesori Fongers Groningen yang juga mulai langka adalah pedal orisinil karet putih. Berdasarkan artefak dari Belanda, saya pernah menjumpai tipe pertama sebagaimana terlihat di Gambar 7. Kemudian dari artefak Indonesia, saya menjumpai tipe kedua seperti terlihat pada Gambar 8. Perbedaan mendasarnya adalah terletak desain ujung logam as pedal yang satu berbentuk trapesium dan yang kedua berbentuk bulat. Kemudian pada pedal tipe pertama, terlihat tulisan made in England pada logam pedal. Aksesori pedal meskipun hanya untuk kaki pengendara, namun justru menjadi titik perhatian utama pada pandangan sepeda dari sisi kiri-kanan. Untuk sepeda Fongers produksi tahun 1930-an juga banyak dijumpai menggunakan pedal merek JRC.

 

Gambar 9
Gambar 10

 

Terakhir, kita akan mendiskusikan aksesori sepeda yang sangat populer yakni bel sepeda. Sepeda Fongers produksi tahun-tahun sebelum 1930 terlihat banyak mengadopsi bel tanpa merek sebagaimana terlihat pada Gambar 9. Meskipun tanpa merek, namun jangan salah sangka, suara bel Fongers tipe ini sangatlah nyaring mendekati suara bel Simplex yang juga terkenal keras. Kemudian pada tahun 1930s, mulai banyak diadopsi bel merek Lucas dan merek Unigro (pabrikan Groningen). Bel Unigro tidak banyak dijumpai di pasaran, namun dari hasil studi perbandingan. Penulis membuktikan bahwa bel Unigro adalah bel sepeda terbaik baik dari sisi kekerasan maupun kejernihan suara. Semacam gabungan antara kekerasan suara bel Lucas dan kejernihan suara Gazelle. Fongers sendiri terbukti juga pernah memproduksi bel orisinil dengan logo merek Fongers terletak pada kubah bel pada tahun 1950s. Demikianlah bahasan mengenai aksesori Fongers yang unik dan langka, meskipun perlu banyak keberuntungan dan tentu saja nilai investasi lebih untuk mendapatkannya, namun memiliki aksesori tersebut adalah menjadi impian terbaik bagi para penggemar sepeda Fongers sejati. Good luck for your hunting...

 

 


Copy Right (c) 2010 Sahid Nugroho