CERITA 17


KELUARGA BSA AIRBORNE (Sabtu, 22/7/12 - Sahid Nugroho)

Seiring dengan popularitas BSA Airborne yang melambung karena terbukti menjadi salahsatu kunci sukses penetrasi pasukan para komando Inggris dalam menembus jantung pertahanan pasukan Nazi Jerman di Front Eropa Barat saat titik balik perang dunia kedua tahun 1944-1945. Sepeda ini kemudian menjadi sebuah simbol kebanggaan bagi rakyat Inggris yang merayakan kemenangan pasukan sekutu atas Jerman pada perang dunia kedua. Kedigdayaan sepeda ini terjadi dengan bobot hanya 15 kg dan rangka yang bisa dilipat (Gambar 3), sehingga dapat diterjunkan langsung bersama personil para komando RAF Inggris untuk kemudian digunakan sebagai alat mobilisasi pasukan para ke target-target penyerbuan. Pertempuran di kota Arnhem Belanda menjadi salahsatu kisah heroik yang membanggakan dari sepeda produksi pabrikan BSA ini.

Gambar 1

Sepeda dengan ban 26 inchi ini memang sekilas memiliki desain yang futuristik pada masanya. Karena rangka sepeda pada saat itu kebanyakan memiliki ciri lurus dan kaku, sehingga BSA Airborne tampak menjadi sangat modern penampilannya. Dan bisa diduga desain sepeda ini kemudian menjadi inspirasi dari desain sepeda mini BMX yang sempat populer di era tahun 1980-an. Bobot sepeda yang ringan yakni 15 kg terbukti mampu menopang beban pengendara sampai 100 kg tanpa menyebabkan kerusakan rangka. Sangat kuat dugaan bahwa bahan metal yang digunakan pada BSA Airborne memiliki mutu metalurgi yang luarbiasa. Sepeda ini layak untuk disebut sebagai salahsatu mahakarya yang tercipta saat perang dunia kedua.

Gambar 2
Gambar 3

 

Satu temuan menarik bisa dicermati pada kopi iklan BSA Airborne versi sipil pada Gambar 4. Setelah perang dunia kedua berakhir, barangkali terjadi stok sepeda BSA Airborne yang berlebihan di pabrikan BSA. Sehingga hal inilah yang diduga menjadi dasar pemasaran perlengkapan perang ini kepada pasar konsumen. BSA Airborne versi sipil ditawarkan dengan harga 70 poundsterling dengan kondisi standar dan dilengkapi dengan aksesori spatborden depan dan belakang. Dan memang penampakannya kemudian menjadi lebih sipil. Dalam suasana euphoria kemenangan perang, membeli sepeda ini kemudian barangkali kemudian bisa menjadi luapan rasa nasionalisme rakyat Inggris seiring dengan kisah sukses pasukan para komando RAF Inggris. Dan hal ini terbukti sampai masa kini, semua perlengkapan otentik pasukan para RAF Inggris terutama helm, jaket camo dan sepeda memiliki nilai pasaran barang antik bersejarah yang cukup tinggi.

 

Gambar 4

 

Popularitas BSA Airborne kemudian terus berlanjut menjadi sebuah inspirasi lanjutan bagi pabrikan BSA untuk memproduksi sepeda dengan desain serupa namun dalam versi yang lebih sipil pada tahun-tahun 1950s (era Baby Boomers). Fenomena ini terlihat jelas pada penampilan sepeda BSA Paratroop untuk konsumen dewasa (Gambar 5 dan 6) dan BSA Parabike (Gambar 7 dan 8) bagi konsumen anak. Keduanya terlihat benar-benar memanfaatkan ekuitas nama BSA Airborne sebagai dasar untuk mempengaruhi pasar dengan mengadopsi istilah "para". Kedua sepeda BSA tipe terkini tersebut tidak lagi memiliki fitur lipat sebagaimana seniornya. BSA Paratroop dan BSA Parabike juga sama-sama menggunakan menggunakan desain setang kupu-kupu yang mulai populer di tahun 1950-an. Pada rantai juga dilengkapi dengan tutup rantai logam, tidak lagi polos sebagaimana BSA Airborne. Kemudian desain rem pada kedua BSA turunan Airborne tersebut juga mengadopsi sistem rem yang lebih modern.

 

Gambar 5
Gambar 6

 

Kedua varian sepeda BSA Paratroop dan BSA Parabike tidak diketahui keberadaannya di pasaran Indonesia. Keduanya mungkin lebih banyak dipasarkan di dalam pasar UK dan Eropa sebagaimana BSA Airborne Sipil. Dengan demikian memiliki satu di antara 4 varian sepeda BSA Airborne bersangkutan memang akan menjadi koleksi yang membanggakan bagi seorang pecinta sepeda tua. Dari sisi kelangkaan, BSA Airborne sipil atau BSA Airborne dengan aksesori spatbord adalah varian yang paling langka. Mengingat latarbelakang pemasarannya sebagai produk surplus dari perlengkapan perang yang sudah terlanjur diproduksi. Masih penasaran? Simak cerita detilnya pada Test Ride BSA Airborne pada rubrik Klangenan 23.

 

Gambar 7
Gambar 8

 


Copy Right (c) 2012 Sahid Nugroho