CERITA 16


SIMPLEX CYCLOIDE RADIUM (Kamis, 26/1/12 - Sahid Nugroho)

Varian sepeda Simplex yang selama ini selalu menjadi bintang pembicaraan adalah tipe Cycloide Elite dan Cycloide biasa, kemudian disusul tipe Neo. Sangat jarang sekali orang membicarakan salahsatu bintang lainnya yakni Simplex Cycloide Radium. Pada awalnya saya sendiri juga bingung ketika membaca Katalog Simplex 1934 yang menawarkan Simplex Cycloide Radium. Karena sejauh yang saya pahami, Simplex hanya memiliki tiga varian yang banyak ditemui di Indonesia yakni Neo, Cycloide, dan Cycloide Elite (rem karet). Nama Radium tidak pernah disebut-sebut dalam percaturan dunia sepeda onthel Indonesia. Barangkali varian asing yang sempat disinggung hanyalah Simplex Nervex yang diduga dibuat di pabrikan Perancis.

Simplex Cycloide Radium memiliki ciri sama dengan Simplex Cycloide Elite. Perbedaannya hanyalah pada desain setang dan desain rem depan. Simplex Cycloide Elite seperti yang kita kenal selama ini, memiliki posisi rem depan di belakang porok depan. Sedangkan Simplex Cycloide Radium berkebalikan yakni posisi rem berada di depan sebagaimana sepeda dengan rem karet pada umumnya. Kemudian untuk setang, Simplex Cycloide Elite menggunakan setang legendaris yakni tangkai rem masuk di dalam setang utama. Sedangkan Simplex Cycloide Radium menggunakan setang model biasa atau setang model celluloid untuk opsi rem torpedo.

 

Gambar 1

 

Pada Gambar 1, terlihat penampilan versi standar dari sepeda Simplex Cycloide Radium yang sekilas seperti Simplex Cycloide Elite. Namun ketika diamati pada roda depan, posisi rem karet terletak didepan porok depan. Opsi roda sebetulnya bisa bervariasi tergantung keinginan si pembeli yang selengkapnya terdapat 5 variasi yakni:

  1. Roda depan dan belakang menggunakan rem karet.
  2. Roda depan menggunakan rem karet, roda belakang menggunakan rem tromol.
  3. Rodal depan dan belakang menggunakan rem tromol.
  4. Roda depan menggunakan as free-wheel, roda belakang menggunakan rem torpedo.
  5. Roda depan menggunakan rem tromol, roda belakang menggunakan rem torpedo

Dari kelima variasi di atas, barangkali variasi yang lazim diadopsi adalah variasi pertama, ketiga dan keempat. Selanjutnya kita bisa juga mencermati penampilan dari Simplex Cycloide Radium Dames yang luarbiasa klasik dengan jaring-jaring pada spatbord belakang sebagaimana terlihat pada gambar 2..

Gambar 2

 

Barangkali, muncul rasa penasaran ketika mencoba membedakan kata elite dan radium. Dari aspek harga jual, kasta tertinggi diduduki oleh Simplex Cycloide Elite, disusul tipe Cycloide Radium, Cycloide dan terakhir Neo. Perbedaan harga antara tipe Elite dan Radium sesungguhnya hanya 10 gulden, sehingga bisa diduga perbedaan opsi setang yang membuat tipe Elite lebih mahal.

Kata Radium sendiri sesungguhnya adalah fenomena sejarah yang terjadi pada tahun 1920-1930-an. Sejak ditemukannya zat radium sebagai bahan mengandung radiasi pada tahun 1910. Radium dianggap sebagai sebuah benda spesial karena mampu memancarkan energi. Nama Radium kemudian berkembang menjadi sangat populer di kalangan masyarakat sebagai sebuah kata simbol yang menandaskan kemajuan teknologi. Sehingga nama Radium kemudian berubah menjadi sebuah merek dagang yang digunakan untuk menekankan simbol kualitas pada sebuah produk. Sehingga sangat lazim pada saat itu, semua varian produk yang tergolong unggulan diberi imbuhan nama radium dengan tujuan menunjukkan bahwa produk bersangkutan adalah produk yang istimewa. Jadi Imbuhan kata radium pada merek produk tidak berarti produk bersangkutan produk yang mengandung radiasi.

Sebagaimana terlihat pada dokumentasi pada gambar 3,4,5 dan 6, yang dibuat oleh Theodore W. Gray (2008) yakni galon air, semir sepatu, jam dan bahkan buku, perusahaan pembuatnya menggunakan sub merek Radium meskipun sesungguhnya tidak ada kandungan zat radium apapun di dalam material produk bersangkutan. Simplex barangkali satu-satunya merek sepeda Belanda yang terbukti ikut memanfaatkan demam masyarakat terhadap kata radium. Sub-merek Radium tidak diketemukan pada merek-merek sepeda terkenal antara lain Gazelle, Fongers, Batavus dan Burgers.

 

Gambar 3
Gambar 4

 

Jadi bisa disimpulkan bahwa penamaan Radium pada varian Simplex Cycloide sebagai satu bentuk strategi diferensiasi produk untuk mengkomunikasikan varian bersangkutan sebagai sebuah produk unggulan. Sejauh ini, saya belum pernah menemui keberadaan Simplex Cycloide Radium di Indonesia. Coba cek kembali sepeda Simplex Cyloide yang anda miliki, siapa tahu klangenan anda tersebut adalah varian terbaik kedua setelah Cycloide Elite. Who knows?

 

Gambar 5
Gambar 6

 


Copy Right (c) 2011 Sahid Nugroho